Jumat, 19 Januari 2018

Bertahan Hidup Dari Penyakit Yang Dideritanya Hanya Ingin Melihat Sang Adik Lahir, Ia Meninggal Dalam Senyuman Bahagia.

Bertahan Hidup Dari Penyakit Yang Dideritanya Hanya Ingin Melihat Sang Adik Lahir, Ia Meninggal Dalam Senyuman Bahagia.




Seorang anak laki-laki pemberani yang terkena kanker stadium akhir telah berjuang habis-habisan.

Ia punya satu alasan untuk tetap bertahan hidup, yakni memeluk dan memberi nama adik bayinya yang segera lahir, meskipun dokter menyatakan dia tidak akan hidup cukup lama.

Anak ini bernama Bailey Cooper.

Orang tua dari anak berusia sembilan tahun itu, diberi tahu dokter bahwa anaknya hanya memiliki beberapa hari atau minggu untuk bertahan hidup setelah kanker menyebar ke seluruh tubuhnya.

Meski ada diagnosis dokter, Bailey ternyata mampu bertahan hidup cukup lama.

Ia berhasil bertemu dengan saudara perempuannya, yang secara pribadi dia beri nama Millie.

Bocah yang berasal dari Patchway, South Gloucestershire, Inggris ini didiagnosis menderita limfoma non-Hodgkin pada tahun 2016.

Limfoma non-Hodgkin adalah kanker yang tumbuh pada sistem limfatik tubuh.

Sistem limfatik terdiri dari pembuluh-pembuluh limfe pembawa cairan bening (disebut cairan limfe) yang mengandung limfosit (salah satu jenis sel darah putih) dan organ limfe (nodus limfe, kelenjar timus, dan organ limpa).


Dokter awalnya mengira Bailey menderita infeksi dada.

Namun Bailey menjalani tes darah saat dirinya mengeluh sakit perut.

Pada saat bentuk kanker langka terdeteksi, itu sudah ada di stadium tiga.

Bailey menjalani perawatan kemoterapi serta pengobatan steroid.

Dokter percaya dengan perawatan ini Bailey akan sembuh.

Kondisi kesehatan Bailey mengalami peningkatan pada bulan Februari 2017 dan untuk sementara terlihat banyak harapan.

Namun, saat liburan Paskah di Devon, keluarga diberitahu oleh dokter bahwa Bailey kembali kambuh dan perlu kembali ke rumah sakit.


Kali ini, dokter mengatakan ada tingkat kelangsungan hidup 70 persen.

Bailey menjalani kemoterapi lebih lanjut serta transplantasi sel punca.

Kondisinya membaik sekali lagi pada bulan Juli, dan keluarga tersebut menikmati enam minggu yang menakjubkan.

Sayangnya beberapa minggu kemudian mereka kembali menerima kabar buruk.

Kanker telah kembali pada akhir Agustus, dan kali ini tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Bailey.

Kanker itu sekarang berada di stadium empat, dan sangat agresif.


Dokter memberi tahu pada orangtua Bailey, Rachel dan Lee bahwa hanya tersisa beberapa hari atau minggu sebelum anak mereka meninggal.

Bailey adalah seorang anak yang setia.

Ia telah menjadi sahabat bagi saudara laki-lakinya yang berusia enam tahun, Riley.

Namun, dengan kesehatannya memburuk, tidak diperkirakan dia akan bertahan selama itu.

Walau telah diperhitungkan oleh dokter, Bailey nyatanya masih bertahan hidup di bulan November saat Millie lahir.

Rachel mengatakan kepada Bristol Post:

"Kami tidak berpikir Bailey akan bertahan selama itu, tapi dia bertekad untuk bertemu Millie. Sampai akhir November, dan Millie lahir."

"Dia memeluknya dan melakukan semua yang akan dilakukan seorang kakak laki-laki, mengganti pakaiannya, membasuhnya, bernyanyi untuknya."


Dia menambahkan:

"Dokter mengatakan bahwa Bailey akan meninggal sebelum Millie lahir. Tapi Bailey tidak menyerah. Dia bertempur, dan dalam perjalanan ke rumah sakit, dia bilang kita harus memberi nama adikku Millie."

Tapi begitu dia bertemu dengannya, kondisinya berubah begitu cepat.

Saat Natal mendekat, Bailey menunjukkan kedewasaan di luar usianya saat ia terus mencari-cari saudara kandungnya.

Rachel berkata:

"Dia tahu dia tidak akan berada di sini untuk Natal, tapi kami mencoba membuatnya menyusun daftar natal. Dia bilang dia tidak mau, tapi kami mendorongnya untuk melakukannya."

"Kami akan mendapatkan semua yang dia minta. Tapi sebagian besar barang yang dia minta adalah hal-hal yang tidak pernah dia mainkan. Barang ini lebih cocok untuk adiknya."

"Dia telah memilih segalanya untuk Riley karena dia tahu dia tidak akan bermain dengan mereka."

Berbicara tentang Millie pada bulan Desember, Bailey berkata, 'Saya ingin tinggal tapi inilah waktuku untuk pergi, menjadi malaikat pelindungnya.'

Bailey juga mengatakan kepada keluarganya: 'Kalian hanya diperbolehkan menangis selama 20 menit. Setelah itu kalian harus mengurus Riley dan Millie."

Pada tanggal 22 Desember, Bailey dibawa ke rumah penginapan khusus dengan ambulans.

Di sini keluarganya membacakan dan memainkan musik favoritnya saat ia meninggal.

Bailey meninggal dengan damai pada malam Natal.

Ia pergi saat orangtuanya, Lee dan Rachel memegangi tangannya.

Dalam minggu-minggu sejak kematiannya, keluarga Bailey telah berbicara tentang keberanian luar biasa yang dia tunjukkan sepanjang melawan penyakitnya.

Ayahnya Lee telah mengatakan:

"Bailey tersenyum melalui semuanya. Dia menarik wajah-wajah lucu dan membuat orang tertawa, meski dia sangat kesakitan."

Ratusan orang berjejer di jalanan Westerleigh Crematorium pada tanggal 6 Januari mengenakan kostum superhero untuk memberi hormat kepada pemuda yang inspirasional ini.






ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar